Latest News

Impian Baterai Nuklir pada Smartphone

Teknologi nuklir sebagai sumber daya tenaga di masa depan sangat perlu dipertimbangkan sebab mampu menghemat penggunaan daya dalam usaha memenuhi bermacam-macam jenis kebutuhan manusia. Ponsel pintar atau smartphone yang belakangan ini telah menjadi kebutuhan penting, akan tetapi masih saja menghadapi masalah lama yang belum juga terpecahkan, boros tenaga baterai yang membuat kemampuan hidup ponsel pintar hanya bertahan paling lama 24 jam. Dengan waktu paling lama itu pun dengan catatan bahwa ponsel tak dapat digunakan secara maksimal, jika digunakan untuk berselancar dunia maya umumnya ponsel hanya bertahan maksimal 4 sampai 6 jam saja. Lalu bagaimanakah sumber tenaga pilihan yang lain?
Impian Baterai Nuklir pada Smartphone (www.kompas.com)

5 tahun untuk satu kali isi ulang baterai nuklir

Pada hari selasa tanggal 2 Desember 2014 yang di kutip oleh Antara, Yudiutomo Ismarjdoko sebagai Dirut PT Industri Nuklir Indonesia Persero saat berbicara pada acara konferensi Strategi Sumber Daya Manusia dalam memenangkan MEA 2015 mengatakan bahwa Dengan menggunakan teknologi nuklir penggunaan baterai ponsel pun bisa dihemat hingga lima tahun untuk satu kali isi ulang baterai. Menurut Yudiutomo, selama ini banyak masyarakat Indonesia masih terlalu takut jika mendengar kata nuklir, sementara untuk saat ini penyelesaian masalah krisis tenaga adalah nuklir jawabannya. Dengan teknologi nuklir manusia dapat memenuhi segala kebutuhan mulai dari listrik, keperluan dunia kedokteran, pertanian, dan bahkan hingga untuk keperluan komunikasi. Yudiutomo juga mengatakan bahwa dengan menggunakan teknologi nuklir hasil pengayaan uranium sistem rendah, baterai ponsel dapat bertahan 5 tahun untuk sekali isi ulang. Mari kita pikirkan, bahwa dengan demikian akan sangat menghemat pengeluaran banyak orang.

Tingkatan pengembangan nuklir saat ini

Yudiutomo juga mengakui bahwa teknologi pembangkit tenaga nuklir masih begitu terasa asing bagi masyarakat Indonesia, disebabkan banyak berita simpang siur negatif yang beredar, padahal pada sistem baterai yang saat ini populer digunakan banyak orang sudah ada sedikit kandungan nuklir hanya saja tidak dicantumkan. Dia juga mengungkapkan bahwa jika hal tersebut dibeberkan barangkali akan berdampak pada daya beli yang akan berkurang jika tidak dibarengi dengan penjelasan yang mencerahkan terkait pentingnya teknologi nuklir untuk mengatasi krisis tenaga saat ini.
Sekarang ini, PT Industri Nuklir Indonesia telah mengembangkan teknologi nuklir untuk beberapa jenis kebutuhan terutama pada kebutuhan dunia kedokteran. Salah satunya adalah dengan mengembangkan radio isotop Molybdenum-99 Fission atau M099, bahan kimia ini yang banyak digunakan untuk mendeteksi sakit kanker yang terdapat di dalam tubuh manusia. Saat ini juga produksi radio isotop hasil PT Industri Nuklir Indonesia di jual ke hampir sebagian besar rumah sakit wilayah Asia, termasuk juga kepada beberapa negara di Eropa.

Kesimpulan

Yudiutomo juga mengatakan bahwa PT Industri Nuklir Indonesia sudah mengembangkan teknologi nuklir dengan daya rendah, sudah waktunya untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk kebutuhan energi. Untuk menjadi negara yang lebih maju, pemerintah sudah waktunya mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik nasional. Sesungguhnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan teknologi nuklir, sebab jika segala sesuatunya dilaksanakan sesuai prosedur dan protokol keamanan maka tidak akan menjadi masalah. Sementara ketersediaan minyak bumi semakin menipis, sehingga kita perlu PLTN untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik banyak orang. Menurut Yudiutomo, jika pemerintah tak segera mengambil langkah tegas dalam kebutuhan energi ini, dipastikan bahwa negara kita hanya akan menjadi konsumen dari negara produsen nuklir.